Sabtu, 30 Mei 2015

orient

solo orient.jpg

Orient
salah satu chinesse food yang sangat rekomen di kota Solo bisa anda temukan di sini.Orient Internasional Resto Solo. Tempatnya sangat nyaman tentunya dan juga cukup mewah. Ada beragam makanan oriental yang disajikan di restoran ini. Dan apabila kamu datang ke restoran ini kamu harus mencoba fresh menu orient resto ini seperti dimsum, barbeque, chinesse food dan juga seafood. Dan kini, Orient Resto ini juga menyediakan meeting room di lantai 1 dan 2. Sedangkan untuk VIP roomnya ada di lantai 2. Dengan tempat yang bagus, luas, dan juga nyaman. Atau jika  membutuhkan tempat yang lebih luas lagi untuk acara pernikahan, ulang tahun, gathering dan sebagainya, bisa menyewa tempat di lantai 2 yaitu Orient Convention Hall.

Menu rekomen apa saja yang harus dicoba di Orient Resto ini? Beberapa diantaranya adalah cumi masak saus inggris, burung dara goreng, orient golden nest, udang orient, gurami tim, cuan lo yang bisa disajikan sesuai selera dalam keadaan mentah atau pun matang, bistik ayam crispy (khusus vegetarian), tahu masak lada hitam, bistik ayam crispy (non vegetarian), bistik ikan dori, gurami saus bangkok, gurami asam manis, dan ada juga lumpia bangkok serta lumpia udang yang lezatnya tak tertandingi. Hidangan penutupnya  bisa mencoba es sari buah yang sangat segar dan berbeda dari yang lain.

            Nama Restoran : Orient Internasional Resto
            Lokasi : Jl Slamet Riyadi 397 Purwosari, Solo

Jumat, 29 Mei 2015

Rumah Nenek

Suasana salah satu sudut Wedangan Rumah Nenek.|Foto: Indira Jayendra

Wedhangan Rumah Nenek

INGIN menikmati nuansa rumah tempo dulu ala rumah nenek ditengah hiruk pikuk Kota Solo dengan suasana tenang, santai, dan nyaman? Mungkin tempat jajanan satu ini bisa dijadikan pilihan. Pasalnya Wedangan Rumah Nenek yang terletak di jalan Sidoluhur no 58, Laweyan, Solo ini mengangkat bangunan khas Jawa asli tempo dulu.
Rumah Jawa kuno ini pun disulap menjadi tempat bersantai, di bagian depan terdapat sebuah kursi lengkap dengan meja bundar siap ditempati untuk sekedar minum teh bersama rekan maupun keluarga. Tak lupa, berjajar pula meja panjang untuk lesehan bagi tamu yang ingin lebih rileks. Selain itu, di bagian pendopo dan samping pendopo juga terdapat beberapa kursi lainnya.
Wedangan yang baru dibuka selama satu bulan ini suasana etniknya semakin kental tatkala rumah yang dihiasi lampu berwarna kuning itu menyajikan menu makanan ala wedangan kaki lima, seperti wedang jahe, wedang sereh, teh kampul, dan berbagai macam minuman lainnya. Untuk menu makanan dan cemilan, disediakan gudeg, nasi oseng, nasi bandeng, aneka sundukan bakaran (sate) mulai usus, telur bacem, dan makanan khas wedangan lainnya.
Owner Wedangan Rumah Nenek, Meita Dini Safitri mengatakan, sengaja mengusung konsep wedangan agar lebih terbuka pada tamu.  Nama Rumah Nenek juga sengaja dipilih lantaran banyak orang suka berlibur dan rindu ke rumah nenek, baik muda maupun dewasa. Sehingga diharapkan nama Rumah Nenek mampu menciptakan kesan nyaman. Selain itu juga sebagai sarana untuk memperkenalkan kembali eksistensi Kampung Batik Laweyan di mata masyarakat luas baik Solo maupun luar daerah.
“Rencananya pada grand launching pertengahan Desember nanti akan digelar fashion show semacam Solo Batik Carnival menggandeng pengrajin batik di Kampung Laweyan. Ya, sebagai pemersatu juga, karena menurut saya pengrajin di sini masih berperan sendiri-sendiri,” ujarnya usai soft launching di wedangan setempat.
Lebih lanjut ia menjelaskan, diharapkan fashion show dapat menjadi agenda rutin bulanan untuk ditampilkan. Selain itu dia juga konsen pada beberapa seni budaya Jawa yang nantinya juga akan diangkat, seperti gamelan, tari tradisional, dan sebagainya.
Untuk dapat menikmati sensai tersebut, wedangan ini buka pukul 09.00-14.00 WIB dan 17.00-00.00 WIB dengan harga dibanderol mulai Rp 2 ribu.

Cangkir Blirik


Wedhangan Cangkir Blirik

Berbagai menu khas wedangan ditawarkan di wedangan di Jalan Banyuanyar Selatan Nomor 22B, Banyuanyar, Solo, itu. Untuk menu minuman yang paling khas yakni teh cabli, ramuan asli dari sang pemilik. Cara meminumnya pun dibuat berbeda. Pelanggan menyaring sendiri teh yang ada di cangkir blirik. Kemudian tinggal memasukkan gula batu kuning dengan takaran sesuai kemauan. “Untuk prosesi minum pun pelanggan dibawa ke zaman dulu,” lanjut Isnan sambil mempraktikkan prosesi minum teh cabli. Seporsi teh cabli bisa dinikmati dengan harga Rp4.500.
Ada pula menu minuman lain seperti teh greng yang berkasiat menambah vitalitas. Untuk makanan ada nasi bakar, nasi bandeng, nasi dang (kukus), lengkap dengan berbagai lauk gorengan dan sate-satean. Semuanya dipatok dengan kisaran harga antara Rp1.500 hingga Rp6.000. Dibuka mulai pukul 17.00-24.00 WIB, tiap harinya Isnan bisa meraup omzet hingga Rp1.500.000. “Satu setengah bulan pertama ini sambutan masyarakat bagus apalagi waktu libur lebaran kemarin,” akunya.

Wedhangan Mbah wiryo

pakwiryo4

Wedhangan Mbah Wiryo

Di kota Surakarta atau yang lebih ngetop dengan sebutan Solo, saat ini yang namanya wedangan sedang booming alias happening banget. Banyak wedangan yang bermunculan, bahkan tak jarang dengan jarak yang berdekatan.
Salah satu wedangan yang cukup populer di kota ini adalah Wedangan Pak Wiryo yang berada di kawasan yang bernama Purwosari. Patokannya dari perempatan Omah Lowo di Jl. Slamet Riadi, masuk kedalam sedikit, terletak di Jl. Perintis Kemerdekaan.

Wedhangan ISI

wedangan kapal ISI

Wedhangan Sor Prau ( ISI )

Wedangan ini disebut sor perahu karena letaknya di bawah gerbang utara ISI surakarta yang berbentuk perahu besar di atasnya. Tempat nya cukup nyaman dengan berbagai menu pilihan. lokasinya yang berada di komplek universitas (UNS,ISI) tentu saja pengunjung wedangan yang satu ini kebanyakan anak kuliahan atau yang kost di sekitar lokasi.

Wedhangan Pendhopo

img_20131214_200138

Wedanghan Pendhopo

Konsep wedangan yang satu ini benar-benar unik. Memanfaatkan status kota Solo sebagai kota budaya, wedangan ini mengusung konsep super vintage yang sarat akan kehidupan tempo dulu. Begitu memasuki tempat ini kamu akan langsung dibawa ke waktu beberapa puluh tahun ke belakang. Semua yang ada disini serba vintage. Mulai dari bangunan hingga meja dan kursi
Untuk semakin menimbulkan kesan vintage, ruangan di Wedangan Pendopo dihiasi dengan berbagai benda masa lalu seperti radio analog, alat musik jawa dan berbagai hiasan lain. Ada juga hiasan dinding berupa foto-foto yang menampilkan berbagai merk jaman dulu. Kabarnya, wedangan ini juga menjadi langganan pemkot Solo. Jika ada acara-acara tertentu wedangan ini “disewa” oleh pemkot untuk menyajikan hidangan khas rakyat Solo. Wedangan ini berada di jl Srigading I No 7, Turisari, Mangkubumen. Dekat mall Solo Paragon

Omah Lawas

omah lawas

Omah Lawas

Wedangan omah lawas memiliki konsep wedangan sambil menikmati suasana rumah jaman dulu. Wedangan ini memiliki area yang cukup luas dan memiliki beberapa ruangan. Ada ruangan khusus untuk lesehan, ada ruangan yang diperuntukkan bagi keluarga yang dilengkapi dengan sebuah televisi. Halaman depan ini sendiri dibuat ala-ala cafe outdoor dengan meja bundar dengan atap payung
Wedangan ini terletak di Jl. Dr.Supomo no. 55. Wedangan yang mulai buka jam 5 sore ini tak pernah sepi pengunjung. Karna lokasinya yang luas dan bisa menampung hingga ratusan orang wedangan ini juga cukup sering dijadikan tempat untuk kopdar beberapa komunitas di Solo atau komunitas nasional yang kebetulan mengadakan acara di Solo. Untuk menu, wedangan Omah Lawas menyajikan berbagai menu tradisional khas Solo ditambah beberapa menu minuman spesial