
Wedhangan Rumah Nenek
INGIN menikmati nuansa rumah tempo dulu ala rumah nenek ditengah hiruk pikuk Kota Solo dengan suasana tenang, santai, dan nyaman? Mungkin tempat jajanan satu ini bisa dijadikan pilihan. Pasalnya Wedangan Rumah Nenek yang terletak di jalan Sidoluhur no 58, Laweyan, Solo ini mengangkat bangunan khas Jawa asli tempo dulu.
Rumah Jawa kuno ini pun disulap menjadi tempat bersantai, di bagian depan terdapat sebuah kursi lengkap dengan meja bundar siap ditempati untuk sekedar minum teh bersama rekan maupun keluarga. Tak lupa, berjajar pula meja panjang untuk lesehan bagi tamu yang ingin lebih rileks. Selain itu, di bagian pendopo dan samping pendopo juga terdapat beberapa kursi lainnya.
Wedangan yang baru dibuka selama satu bulan ini suasana etniknya semakin kental tatkala rumah yang dihiasi lampu berwarna kuning itu menyajikan menu makanan ala wedangan kaki lima, seperti wedang jahe, wedang sereh, teh kampul, dan berbagai macam minuman lainnya. Untuk menu makanan dan cemilan, disediakan gudeg, nasi oseng, nasi bandeng, aneka sundukan bakaran (sate) mulai usus, telur bacem, dan makanan khas wedangan lainnya.
Owner Wedangan Rumah Nenek, Meita Dini Safitri mengatakan, sengaja mengusung konsep wedangan agar lebih terbuka pada tamu. Nama Rumah Nenek juga sengaja dipilih lantaran banyak orang suka berlibur dan rindu ke rumah nenek, baik muda maupun dewasa. Sehingga diharapkan nama Rumah Nenek mampu menciptakan kesan nyaman. Selain itu juga sebagai sarana untuk memperkenalkan kembali eksistensi Kampung Batik Laweyan di mata masyarakat luas baik Solo maupun luar daerah.
“Rencananya pada grand launching pertengahan Desember nanti akan digelar fashion show semacam Solo Batik Carnival menggandeng pengrajin batik di Kampung Laweyan. Ya, sebagai pemersatu juga, karena menurut saya pengrajin di sini masih berperan sendiri-sendiri,” ujarnya usai soft launching di wedangan setempat.
Lebih lanjut ia menjelaskan, diharapkan fashion show dapat menjadi agenda rutin bulanan untuk ditampilkan. Selain itu dia juga konsen pada beberapa seni budaya Jawa yang nantinya juga akan diangkat, seperti gamelan, tari tradisional, dan sebagainya.
Untuk dapat menikmati sensai tersebut, wedangan ini buka pukul 09.00-14.00 WIB dan 17.00-00.00 WIB dengan harga dibanderol mulai Rp 2 ribu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar